Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) https://pesastra.narabastra.com/index.php/journal <table class="data" width="100%" bgcolor="#ddd"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Jurnal Pesastra </strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject</td> <td width="80%">1. Indonesian Language and Foreign Language Learning<br />2. Linguistics<br />3. Applied Linguistics<br />4. Literature and its teaching-learning processes</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td width="80%">Indonesia and English</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Online ISSN</td> <td width="80%"><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/3047-7859" target="_blank" rel="noopener">3047-7859</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">4 issues per year</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%">10.36709/pesastra</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Acreditation</td> <td width="80%">Processed</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%">Andi Muh. Ruum Sya'baan</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%"><a href="https://profile.casacendekia.com/" target="_blank" rel="noopener">Casa Cendekia Media</a><br /><a href="https://drive.google.com/file/d/1cb3pTvmxttAY1k243yZWTYVpwLAd5SZ7/view?usp=drive_link" target="_blank" rel="noopener">Co-Publisher: Halu Oleo University</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/44541" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?user=xby6ickAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">February, May, August, November</td> </tr> </tbody> </table> <p align="justify"> </p> <p align="justify"><strong><img style="margin: 0px 20px 0px 0px; float: left; max-width: 313px; max-height: 444px;" src="https://pesastra.com/public/site/images/pengpesastrafkip780/blobid0-75f88cbb8102680b4c2e1d6500210625.png" alt="Cover Jurnal Obsesi" width="239" height="382" />PESASTRA </strong>is an open-access journal. It is published four times a year, namely in February, May, August, and November. The scope of articles includes: (1) foreign language and Indonesian language learning; (2) linguistics; (3) applied linguistics; and (4) literature and literature learning, along with their teaching and learning processes.<strong><br /></strong></p> <p align="justify"> </p> PT. CASA CENDEKIA MEDIA en-US Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) 3047-7859 Retention of Balinese Agricultural Vocabulary in Jati Bali Village, South Konawe Regency https://pesastra.narabastra.com/index.php/journal/article/view/173 <p>Declining mastery of regional-language vocabulary among young speakers indicates a vulnerable point in the intergenerational transmission of ecological knowledge. This study describes the retention of Balinese agricultural lexicon among young Balinese speakers in Jati Bali Village, South Konawe Regency. The study used field research with descriptive quantitative analysis interpreted qualitatively through an ecolinguistic perspective. Data were collected from 50 respondents aged 17-25 years through a questionnaire containing 75 Balinese agricultural lexical items categorized into plant names, animal names, agricultural tools, and farming activities. The findings show that 2,213 of 3,750 responses (59.01%) were actively known and used, 463 responses (12.35%) were known passively, and 1,074 responses (28.64%) were unknown. Plant vocabulary had the strongest retention (74.67%), followed by animal vocabulary (66.37%), tool vocabulary (48.33%), and farming-activity vocabulary (39.44%). The study concludes that lexical retention depends on visible referents, continued agricultural practice, family transmission, and ecological-cultural continuity. This study contributes to ecolinguistic documentation and regional-language maintenance in migrant Balinese communities.</p> Ni Gusti Agung Ketut Tri Wahyuni Sri Suryana Dinar La Tike Copyright (c) 2026 Ni Gusti Agung Ketut Tri Wahyuni, Sri Suryana Dinar, La Tike https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-01 2026-08-01 3 3 102 110 10.36709/pesastra.v3i3.173 Representasi Perjuangan Pendidikan dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Dari Kemiskinan Menuju Mobilitas Sosial https://pesastra.narabastra.com/index.php/journal/article/view/169 <p>Penelitian ini mengkaji representasi perjuangan pendidikan sebagai strategi mobilitas sosial dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan penelitian terdahulu yang masih membahas perjuangan tokoh, nilai moral, nilai sosial, dan pendidikan karakter secara deskriptif, sementara relasi antara kemiskinan, kerja, pendidikan, dan mobilitas sosial belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana perjuangan pendidikan tokoh Zenna dan Asrul merepresentasikan strategi mobilitas sosial keluarga miskin. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan penggalan naratif yang menunjukkan kemiskinan, kerja, pendidikan, tanggung jawab keluarga, dan mobilitas sosial. Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan klasifikasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, interpretasi sosiologis, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menjadi harapan perubahan status keluarga, tetapi aksesnya ditempuh melalui kerja keras, pengorbanan, dan beban ekonomi. Implikasinya, novel ini memuat kritik sosial terhadap ketimpangan akses pendidikan.</p> Wa Ode Fitriani La Ode Sahidin Andi Muh. Ruum Sya'baan Copyright (c) 2026 Wa Ode Fitriani, La Ode Sahidin, Andi Muh. Ruum Sya'baan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-11 2026-08-11 3 3 111 119 10.36709/pesastra.v3i3.169 Rural and Urban Language Variation in Balikpapan City: A Sociolinguistic Review https://pesastra.narabastra.com/index.php/journal/article/view/138 <p>This study is motivated by differences in language practices between coastal communities that maintain regional languages and urban student communities that are more open to informal Indonesian, slang, and digital media influence. This research aims to describe rural language variation at Kampung Baru Harbor and urban language variation among students of Universitas Balikpapan, as well as to explain the social factors shaping their differences. This study uses a descriptive qualitative design with a sociolinguistic approach. The data were obtained from natural speech events in two research locations and collected through non-participant observation, listening and note-taking techniques, and documentation of the social context of speech. The analysis was conducted through data reduction, categorization, thematic presentation, and conclusion drawing based on language choice, vocabulary, prosody, code-mixing, communication style, and identity function. The findings show that the rural community uses Bugis as a marker of ethnic solidarity with a direct, loud, fast, and efficient speech style.</p> Shabrina Shafaa Riawan Wahyu Akbar Nusantoro Wahyu Sitti Rahmah Maulia Rika Istianingrum Copyright (c) 2026 Shabrina Shafaa Riawan, Wahyu Akbar Nusantoro Wahyu, Sitti Rahmah, Maulia, Rika Istianingrum https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-01 2026-08-01 3 3 120 129 10.36709/pesastra.v3i3.138 Eksistensi Fungsional Bahasa Indonesia dalam Ekologi Multibahasa Pesantren Luqman Al-Hakim https://pesastra.narabastra.com/index.php/journal/article/view/152 <p>Lingkungan pesantren multibahasa mempertemukan bahasa agama, bahasa nasional, dan norma institusional yang dapat membentuk pembagian fungsi bahasa secara khas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ranah penggunaan Bahasa Indonesia, mekanisme pengelolaan bahasa, dan bentuk eksistensi fungsionalnya di Pesantren Luqman Al-Hakim Balikpapan yang menerapkan dominasi Bahasa Arab. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif berbasis observasi naturalistik selama satu hari penuh terhadap interaksi santri serta ustaz/ustazah pada konteks formal dan informal. Data berupa catatan lapangan dianalisis melalui pengodean ranah, pilihan bahasa, fungsi komunikasi, dan mekanisme pengelolaan bahasa. Hasil menunjukkan Bahasa Arab dominan dalam pembelajaran dan interaksi internal melalui program mufradat, sanksi kebahasaan, dan kontrol teman sebaya, sedangkan Bahasa Indonesia tetap digunakan pada pengumuman, administrasi, kebutuhan kejelasan, dan komunikasi eksternal. Penelitian menyimpulkan bahwa Bahasa Indonesia mengalami spesialisasi fungsi, bukan penghilangan. Kontribusinya ialah kerangka Ranah–Pengelolaan–Jembatan untuk membaca koeksistensi bahasa nasional dan bahasa institusional dalam ekologi pesantren, sekaligus menegaskan perlunya studi longitudinal untuk menilai pemertahanan bahasa lebih meyakinkan.</p> Amalia azzahra Nessa Amalatuz Zahro Wina Asmaranti Rika Istianingrum Copyright (c) 2026 Amalia azzahra, Nessa Amalatuz Zahro, Wina Asmaranti, Rika Istianingrum https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-12 2026-08-12 3 3 130 137 10.36709/pesastra.v3i3.152